Permukiman Marjinal di Pinggiran Rel KRL Rute Tanah Abang – Palmerah

Kehidupan yang keras membuat gelar Kaum Marjinal menjadi sebutan yang melekat pada mereka. Tuntutan untuk bertahan hidup membuat seolah olah tak ada pilihan lain selain tinggal ditempat berbahaya namum lokasinya sangat startegis untuk mendapat peluang kerja.

 

Jakarta– Kawasan permukiman yang berada di daerah Petamburan Pintu air tepatnya dipinggir rel kereta api  Tanah abang – Palmerah merupakan potret dari kesenjangan sosial yang dialami oleh kaum marginal. Karena deras dan pengaruh urbanisasi pada tahun 1960 dan ekonomi yang tidak stabil, niat untuk mencari pekerjaan berujung pada yang penting bisa bertahan hidup dulu.

Mereka terpaksa tinggal di sepanjang pinggiran lintasan rel kerata api. Sungguh realita yang menyedihkan bertahun tahun bahkan membentuk suatu generasi dalam kondisi yang terbatas baik dari segi fisik rumah dan non fisik seperti ekonomi,sosial, dan budaya.

Walaupun berbahaya lokasi disini sangat startegis apalagi untuk kami yang rata – rata pekerjaannya adalah Pemulung dan berwirausaha ujar Ibu Liss sebagai ibu RT. Penghasil yang secukupnya untuk makan membuat bahaya bukanlah suatu faktor yang besar. Dirumah yang sekedar untuk berbaring bagi mereka suatu hal yang patut disyukuri. Jika lelah tetangga selalu punya cerita yang menarik untuk didengar walaupun ada intermezzo 20 menit sekali dari suara kereta yang sangat keras tetap jadi hiburan. Yang menjadi perhatian adalah anak – anak yang tidak mempunyai cukup ruang untuk bermain.

Lokasi ini adalah pilihan satu satunya bagi mereka agar tetap eksis. Aspek lokasi tidak hanya tentang  dekat dengan tempat kerja dan fasilitas ekonomi dan sosial, namum lebih dari itu memiliki kedekatan dengan berbagai fasilitas yang memungkinkan timbulnya peluang kerja. Upaya relokasi pun bukan pilihan yang menarik yang pemerintah tawarkan karena cenderung berada di lahan pinggir kota yang masih sangat sepi.

undefined

Introduce Yourself (Example Post)

This is an example post, originally published as part of Blogging University. Enroll in one of our ten programs, and start your blog right.

You’re going to publish a post today. Don’t worry about how your blog looks. Don’t worry if you haven’t given it a name yet, or you’re feeling overwhelmed. Just click the “New Post” button, and tell us why you’re here.

Why do this?

  • Because it gives new readers context. What are you about? Why should they read your blog?
  • Because it will help you focus you own ideas about your blog and what you’d like to do with it.

The post can be short or long, a personal intro to your life or a bloggy mission statement, a manifesto for the future or a simple outline of your the types of things you hope to publish.

To help you get started, here are a few questions:

  • Why are you blogging publicly, rather than keeping a personal journal?
  • What topics do you think you’ll write about?
  • Who would you love to connect with via your blog?
  • If you blog successfully throughout the next year, what would you hope to have accomplished?

You’re not locked into any of this; one of the wonderful things about blogs is how they constantly evolve as we learn, grow, and interact with one another — but it’s good to know where and why you started, and articulating your goals may just give you a few other post ideas.

Can’t think how to get started? Just write the first thing that pops into your head. Anne Lamott, author of a book on writing we love, says that you need to give yourself permission to write a “crappy first draft”. Anne makes a great point — just start writing, and worry about editing it later.

When you’re ready to publish, give your post three to five tags that describe your blog’s focus — writing, photography, fiction, parenting, food, cars, movies, sports, whatever. These tags will help others who care about your topics find you in the Reader. Make sure one of the tags is “zerotohero,” so other new bloggers can find you, too.

Design a site like this with WordPress.com
Get started